Aplikasi Pompa Sentripuga Pada kapal Ferry



BAB I
  PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Dalam melaksanakan transfer atau perpindahannya semua jenis zat cair yang terdapat di atas kapal, apakah bahan bakar, air tawar, air laut dan minyak pelumas maka fungsi dari pompa dan sistim perpipaannya sangatlah mempunyai peranan yang sangat penting. Untuk memindahkan sejumlah bahan bakar dengan jumlah yang sangat besar tidaklah mudah. Salah satu ciri aktivitas diatas kapal adalah setiap pekerjaan hendaknya dilakukan seefektif mungkin sehingga penggunaan waktu yang tepat selalu diperhitungkan. Dapat kita bayangkan jika memindahkan sejumlah bahan bakar, air tawar dan minyak pelumas dikerjakan secara manual atau dengan kata lain menggunakan tenaga manusia, ini tentunya memerlukan waktu yang lama sehingga efektivitas yang telahdicanangkan tidak akan tercapai.
Prinsip utama dan mendasar dengan digunakannya pompa dan sistim perpipaannya diatas kapal dalam hal memindahkan sejumlah zat cair memberikan keuntungan yang besar dalam hal pemanfaatan tenaga manusia. Dengan demikian perlakuan terhadap unit pesawat bantu tersebut sangatlah diperlukan. Hal-hal yang diperlukan adalah sikap setiap awak kapal bagian mesin untuk melaksanakan perawatan dan perbaikan sesuai standar yang telah ditetapkan. Dengan memperhatikan ketentuan tersebut maka usia pakai dari pompa dan sistim perpipaannya dapat diperpanjang.
      Berikut sekilas tentang profil dari KM Bada Leon, KM Bada Leon merupakan kapal Muat penumpang atau yang biasa di sebut ferry kapal jenis Ro – Ro ini di buat pada tahun 2011 dan di selesaikan dalam waktu 17 (tujuh belas bulan) di buat oleh PT. Dumas Tanjung Perak Shipyard  Nilai kontrak terakhir itu sendiri memakan biaya Rp. 27.670.531.790 M.  KM Bada Leon beroperasikan  Lintas Manokwari – Moker Papua Indonesia, sampai sekarang kapal ini Bersetatus Aktif di bidang penyebrangan dan pastinya di Akui oleh IMO (Internasional Meteorologikal Organization) dengan kode 9664201.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Pengertian kelasifikasi Pompa pada KM Bada Leon  ?
2.      Bagaimana Penempatan Pompa pada KM Bada Leon  ?
3.      Bagainama cara kerja dari Pompa yang ada di KM Bada Leon  ?
4.      Contoh gambar instalasi Pompa pada KM Bada Leon  ?


1.3 Tujuan.
Terciptanya kreatifitas Mahasiswa yang aktif di bidang Mesin Kapal atau Teknik System Perkapalan terlebih pada mata kuliah ini yaitu Mesin Fluida, baik dialam Materi maupun Praktik di lapangan.


















BAB II
  PEMBAHASAN

1.4     Klasifikasi Pompa Pada KM Bada Leon dan Cara Kerjanya serta Gambar Instalasi.
                    Dalam melaksanakan kegiatan pelayanan umum diatas kapal, maka peranan pompa dan sistim perpipaannya sangatlah diperlukan bagi KM Bada Leon sendiri. Pompa sebagai salah satu pesawat bantu berfungsi sebagai sarana untuk memindahkan zat cair dari satu tempat ke tempat  lainnya tentunya diperlukan perangkat tambahan lainnya sehingga peran sebagai sarana pemindah zat cair dapat dilaksanakan dengan baik. Adapun peralatan tambahan yang dimaksud adalah sistim perpipaan. Sistim perpipaan tersebut berfungsi sebagai sarana atautempat mengalinya cairan dari satu tempat ke tempat lainnya, sehingga efesiansi kerja dari pompa sebagai sarana penekan zat cair dan sistim perpipaan sebagai sarana atau tempat zat cair yang dipindahkan dapat berfungsi dengan baik.
Pompa : Mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.
Kompresor : suatu peralatan mekanik yang digunakan untuk menambah energi kepada fluida gas / udara sehingga fluida tersebut dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lainnya secara berlanjut.
                        Berikut wilayah penggunaan pompa Sentripugal pada KM Bada Leon.
   Pembagian jenis pompa : Dari cara geraknya, Pompa – pompa pada umumnya dapat dibedakan dalam 2 macam utama yaitu :
a)      Pompa dengan gerak lurus bolak balik.
b)      Pompa dengan gerak rotasi atau berputar.
           Pompa Centrifugal secara prinsip terdiri dari casing pompa dan impeller yang terpasang pada poros putar. Casing pompa berfungsi sebagai pelindung, batas tekan dan juga terdiri dari saluran- saluran yang untuk masukan ( suction ) dan keluaran ( discharge ). Casing ini memiliki vent dan drain yang berguna untuk melepas udara atau gas yang terjebak dalam casing selain untuk juga berguna perawatannya.
skema-pompa-sentrifugal
Gambar ilustrasi untuk pompa sentripugal.       Gambar nyata dari pompa sentripugal pada                                                                                             KM Bada Leon.
Pompa Sentrifugal juga bisa dibuat dengan dua volute. Pompa semacam ini biasa disebut double volute pumps, dimana discharge nya berbeda posisi 180°. Untuk aplikasinya bisa meminimaliskan gaya radial yang mengenai poros dan bantalan sehubungan dengan ketidak seimbangan tekanan di sekitar impeller. Perbandingan antara single dan double volute sentrifugal bisa dilihat di bawah ini :
single-and-double-volute
Gambar Perbandingan antara single dan double volute pada pompa sentrifugal

Kamar Mesin (Engine Room), suatu ruangan khusus dikapal yang didalamnya dipasang mesin-mesin yang dibutuhkan untuk operasi kapal (menjalankan kapal/berlayar) serta muatannya (muat dan bongkar), termasuk untuk penunjang kehidupan awak kapal dan orang-orang lain diatas kapal.
Penting bagi Marine Engineer untuk mengetahui apasaja yang biasanya ada di dalam kamar mesin, karena kamar mesin adalah bagian terpenting dari suatu kapal di mana disinilah pusatnya. baiklah kita mulai penjelasannya.
Jenis – Jenis Pompa pada KM Bada Leon.
Pompa dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu pompa sentrifugal dan pompa dalam pengoperasian kapal tidak lepas dari penggunaan sistem perpompaan yang ada diatas kapal. Pada umumnya pompa diletakkan di dasar ganda ( double bottom ) yang digunakan untuk membantu kelancaran sistem - sistem yang ada diatas kapal seperti sistem ballast, sistem pemadam kebakaran, sistem sanitary, sistem air tawar dan sebagainya.
Untuk itu, pompa - pompa yang digunakan diatas KM Bada Leon tersebut antara lain :











1.      Pompa,Ballast.
 
Foto Pompa Ballast pada KM Bada Leon.

Pompa Ballast adala Pompa air laut yang digunakan untuk memompa air laut ke dalam / ke laur tangki – tangki ballast.       
Ballast yang ditempatkan pada ceruk haluan dan ceruk buritan yang berfungsi untuk melayani perubahan trim kapal. Tangki - tangki ballast dasar ganda dan deep tank diisi dengan ballast berfungsi untuk mendapatkan kondisi draft pada lambung kapal dan menghilangkan kemiringan. Dalam pengoperasian secara sentraslisasi tangki - tangki ballast diisi dan dikosongkan dengan menggunakan pompa yang biasa disebut pompa ballast.
Komponen – komponen sistem ballast :
a. Tangki Ballast.
Tangki ballast berfungsi untuk menjaga kestabilan kapal baik saat berlayar maupun saat kapal melakukan bongkar muat. Pada saat kondisi kapal berlayar, tangki ballast dalam kondisi kosong, sedangkan saat kapal melakukan bongkar muat, tangki ballast diisi untuk menjaga kestabilan kapal.
b. pipa ballast.
c. katup dan fitting.
Sistem Ballast Sistem Ballast adalah salah satu system pelayanan dikapal yang mengangkut dan mengisi air ballast. Sistem pompa ballast ditujukan untuk menyesuaikan tingkat kemiringan dan draft kapal, sebagai akibat dari perubahan muatan kapal sehingga stabilitas kapal dapat dipertahankan. Pipa ballast dipasang di tangki ceruk depan dan tangki ceruk belakang (after and fore peak tank), double bottom tank, deep tank dan tangki samping (side tank). Ballast yang ditempatkan di tangki ceruk depan dan belakang ini untuk melayani kondisi trim kapal yang dikehendaki. Double bottom ballast tank dan deep tank diisi ballast untuk memperoleh sarat air yang layak, tangki ballast samping untuk memperoleh penyesuaian sarat air dalam daftar.
Hubungan antara saluran pipa bilga dan saluran pipa ballast harus dengan katup tolak balik (non return valve).

2.      Pompa,Pemadam,kebakaran.
 
Foto Pompa Pemadam Kebakaran dan Dinas Umum.

Emergency fire pump / pompa pemadam darurat harus ada di setiap kapal untuk memadamkan kebakaran di saat keadaan emergency dan pompa pemadam kebakaran yang berada di kamar mesin sudah tidak dapat di fungsikan karena terjadi Black out. Emergency fire pump ini harus di tempatkan di luar kamar mesin dan harus ber-penggerak sendiri / independen.
Penggunaan air sebagai pemadam kebakaran diperuntukkan bagi semua akibat kebakaran kapal, kecuali kebakaran yang ditimbulkan dari batubara atau minyak.  Sistem pipa kebakaran dikapal ini dipusatkan disuatu ruangan kapal dan pipa-pipa ini menggunakan pipa galvanis yang berdiameter 50 sampai 100 mm.  Pipa induk kebakaran terbentang disepanjang lambung kapal dan diperlengkapi dengan hydrant tiap jarak tidak kurang dari 20 meter.  Saluran selang kanvas dihubungkan dengan hydrant dan diujung sleang kanvas dipasang nozzle penyemprot air.
Sistem pemadam kebakaran pada kapal bekerja melalui instalasi perpipaan pemadam kebakaran, yang tersalur kesetiap ruangan pada kapal, dimana apabila terjadi kebakaran pompa pemadam kebakaran menyalurkan air dari sea chest atau sea water inlet, melewati pipa-pipa instalasi lalu air dikeluarkan ke tempat terjadinya kebakaran melewati sprinkle. Sprinkler head atau pemercik air dipasang dalam ruang muat, kamar mesin, dan kamar ketel uap, living room dan service compartment.  Sistem sprinkle ini memercikkan air melalui corong pemercik yang percikan airnya meliputi area radius 3 sampai 4 meter.  Corong pemercik air terdiri dari badan pemercik dan cincin berulir dimana antara kedua komponen tersebut terdapat klem diaphragma.  Aliran air dipercikan keluar melalui deflector yang tertuju kedalam area ruangan.
Number of Pumps
Untuk pompa pemadam kebakaran setidaknya memiliki 2 buah pompa dengan penggerak sendiri. Untuk kapal kurang dari 1000 GT hanya memerlukan 1 buah pompa pemadam kebakaran. Pada setiap ruang mesin dari kapal cargo yang terdapat ballast, bilge atau pompa air lainnya, diharuskan untuk membuat hubungan antara salah satu pompa diatas dengan system pemadam kebakaran.
Capacity
Kapasitas total dari pompa pemadam kebakaran tidak boleh kurang dari 4/3 kapasitas pompa bilga utama (124 m3/h) dan tidak boleh melebihi 180 m3/h. Untuk kapal lebih dari 6000 GT memiliki tekanan 40 Psi (2.8 Kgf/Cm2) untuk kapal kurang dari 6000 GT memiliki tekanan di nozzle 37 Psi (2.6 Kgf/Cm2). Untuk kapasitas tiap pompa pemadam kebakaran tidak boleh kurang dari 80% kapasitas total, tapi pada umumnya tidak boleh kurang dari 25 m3/h dan harus sudah dapat menyuplai 2 buah water jet.
Drive and arrangement of pumps
Pompa pemadam kebakaran harus mendapatkan tenaga independent dari main engine.  Dilengkapi dengan paling tidak dua buah sea inlet valves. Ballast, bilga dan pompa lainnya yang digunakan untuk menyalurkan air dari laut harus memungkinkan untuk menangani kapasitas yang harus tersedia untuk pemadam kebakaran. Pompa pemadam kebakaran sebisa mungkin terletak ditempat serendah mungkin dari water line. Pompa sentrifugal tersambung dengan instalasi pompa utama melalui screw down non return valves.
Hydrant Valve
Setiap fire hydrant harus dipasang/memiliki katup sehingga setiap fire hose bisa dipindahkan saat pompa kebakaran beroprasi.


Fire Hoses
Panjang tiap – tiap Fire Hose minimal 10 m dan tidak lebih dari :
> 15 m untuk di ruang mesin
>  20 m untuk ruang terbuka dan diatas deck terbuka
>  25 m untuk deck terbuka pada kapal yang memiliki lebar lebih dari 30 m. Tiap hose harus terpasang dengan nozzle.
Number Of Hoses
Untuk kapal 1000 GRT dan lebih harus minimal memiliki 1 buah hoses dan satu cadangan tiap panjang 30 m dan tidak boleh kurang dari 5 buah pada kasus tertentu. Untuk kapal yang kurang dari 1000 GRT minimal memiliki 1 buah hose dan satu cadangan dan tidak boleh kurang dari 3 buah pada kasus tertentu.
Bagan dan aliran pipa pada pompa pemadam kebakaran



3.      Pompa Sanitari.
Foto Pompa Sanitari pada KM Bada Leon.
Pompa Sanitari, Air tawar di atas kapal terkadang jumlahnya sangat terbatas sementara air adalah hal yang terpokok dalam kehidupan, untuk itu di sediakan pompa sanitary untuk memompa air laut untuk mencukupi kebutuhan air dari pompa ini bisa memompa air laut untuk membersihkan badan kapal membersihkan jangkar, dan untuk membersihkan kotoran yang ada di toilet.
Sistem sanitary digunakan untuk menyingkirkan atau membuang air dari geladak dan juga membuang air yang sudah dipakai dari tempat - tempat mandi, wc, laundry, bar - bar makanan dan minimuman, dapur, dan sebagainya. Dari setiap geladak air mengalir turun ke geladak yang lebih rendah melalui pipa - pipa scupper, dimana akhirnya sampai pada geladak yang paling rendah / akhir diatas garis air dan akhirnya dibuang melalui freeing port yang dipasang pada bulwark. Sistem sanitary ini dilancarkan pengoperasiannya oleh pompa sanitary yang memompa air atau kotoran - kotoran untuk dibuang.
Fungsi sistem sanitari.
·Untuk melayani ABK dalam kebutuhan untuk saniter.
·Diperlukan dalam proses treatment fecal sebagai pembilas.
Bagian-bagian dari sistem sanitari.
·      Closet dan urinal.
·      Pompa dan peralatan outfitting.
·      Hydrophore.
·      Filter.
·      Tangki.
·      Sewage treatment plan.
Hal yang perlu dipertimbangkan dalam mendesain sistem sanitary.
·   Toilet dan kamar mandi pada tiap-tiap deck diusahakan satu jalur,untuk tujuan instalasi sederhana dan memudahkan dalam maintenance.
·   Kapasitas tangki fecal dan urinal disesuaikan dengan jumlahABK dan lama pelayaran.

Swage Teatment
         Pembuangan limbah yang tidak ditreatment di perairan teritorial pada umumnya tidak diperbolehkan oleh peraturan perundang-undangan. Peraturan Internasional berlaku untuk pembuangan limbah dalam jarak yang ditetapkan dari daratan. Sebagai hasilnya semua kapal harus mempunyai sistem pembuangan limbah sesuai dengan standar yang ditentukan.
Secara alami limbah menyerap oksigen dan bila dalam jumlah yang besar dapat mengurangi            oksigen.
Kandungan limbah yang dibuang secara langsung dapat menyebabkan ikan dan tumbuhan dilaut mati. Selain itu limbah juga mengandung bakteri yang menghasilakan gas sulfide hydrogen yang berbau busuk. Bakteri yang berasal dari kotoran manusia atau disebut juga dengan E.Coli dihitung dari suatu pengukuran sample air untuk menandai berapa jumlah bakteri yang terkandung dalam limbah.
4.      Pompa Air Tawar.
     
Foto Pompa Air Tawar dan Tanki air Tawar.

Air tawar biasanya diletakkan pada tangki - tangki persediaan ( store tanks ) dan tangki dinas yang berada pada upper deck dan dari tempat inilah air tersebut dialirkan ketempat - tempat yang membutuhkan air tawar dengan bantuan pompa air tawar seperti kamar mandi, wc, dapur, laundry, dan sebagainya melalui pipa - pipa. Seluruh air tawar ini harus berdiri sendiri dan penggunaan pipa - pipa, pompa -pompa dan tangki - tangki air tawar tidak digunakan untuk keperluan lain selain sistem air tawar.
Fungsi pelumasan
Fungsi terpenting dari pelumas adalah mencegah logam bergesekan, menghindari keausan, mengurangi hilangnya tenaga, dan mengurangi timbulnya panas. Hal yang diinginkan adalah apabila gesekan logam dicegah atau ditiadakan, disebut hydrodinamik atau penuh film pelumas, disini gesekan metal betul-betul diganti dengan gesekan dalam pelumas yang sangat rendah. Sebaliknya karena tekanan tinggi, kecepatan rendah, pelumas tidak cukup dan sebagainya, film pelumas menjadi sangat tipis, pelumas akan disebut dalam kondisi boundary dan masih menyebabkan
gesekan logam.


Keterangan :


1. Tangki persediaan
2. Pipa pengisian
3. Pipa udara
4. Sounding pipa (pipa duga)
5. Pompa tangan
6. Pompa centrifugal
7. Tangki dinas
8. Pipa pengisap
9. Pipa pembagi
10. Tempat penggunaan
11. Heating coil
12. Pipa udara
13. Oven flow pipa
14. Katup test
15. Selang (Hose)
16. Pipa Utama



5.      Pompa Minyak Pelumas.
Foto Pompa Minyak Pelumas
Minyak pelumas disimpan pada tangki minyak pelumas yang terletak pada double bottom yang berada dibawah kamar mesin. Untuk mengalirkan minyak pelumas ke mesin induk maupun mesin bantu digunakan pompa minyak pelumas yang juga diletakkan pada double bottom.
Minyak pelumas pada suatu sistem permesinan berfungsi untuk memperkecil gesekan-gesekan pada permukaan komponen-komponen yang bergerak dan bersinggungan. Selain itu minyak pelumas juga berfungsi sebagai fluida pendinginan pada beberapa motor. Karena dalam hal ini motor diesel yang digunakan termasuk dalam jenis motor dengan kapasitas pelumasan yang besar, maka system pelumasan untuk bagian-bagian atau mekanis motor dibantu dengan pompa pelumas. Sistem ini digunakan untuk mendinginkan dan melumasi engine bearing dan mendinginkan piston. 
Pada marine engine lubrication oil system dipengaruhi oleh beberapa kondisi operasi kapal seperti trim, roll & pitching serta list.
6.      Pompa Air Tawar Pendingin Mesin Induk.

Terdapat 2 jenis yaitu, pompa air tawar pendingin (tertutup) adalah pompa yang mensirkulasikan air tawar pendingin dari motor ke cooler untuk selanjutnya kembali ke motor, sedangkan pompa air laut pendingin (terbuka) adalah pompa yang memasukan air laut ke dalam cooler yang selanjutnya mengalir kembali ke laut.
Air yang digunakan untuk mendinginkan mesin induk biasanya diletakkan pada tangki yang ada di double bottom. Dan untuk melancarkan sistem ini digunakan pompa air tawar yang diletakkan di double bottom yang kemudian dialirkan kekamar mesin. Sistem ini dipisahkan dari sistem air tawar untuk keperluan air minum.
 
Gambar  Sistem pendinginan langsung (terbuka) & Sistem pendinginan tidak langsung (tertutup)
Pompa air laut pendingin mesin induk merupakan salah satu jenis pompa sentrifugal. Pompa sentrifugal sebagai salah satu jenis pompa yang banyak dijumpai dalam industri bekerja dengan prinsip putaran impeller sebagai elemen pemindah fluida yang digerakkan oleh suatu penggerak mula. Zat cair yang berada di dalam akan berputar akibat dorongan sudu-sudu dan menimbulkan gaya sentrifugal yang menyebabkan cairan mengalir dari tengah impeller dan keluar melalui saluran di antara sudu-sudu dan meninggalkan impeller dengan kecepatan tinggi. Cairan dengan kecepatan tinggi ini dilewatkan saluran yang penampangnya makin membesar (diffuser) sehingga terjadi perubahan head (tinggi tekan) kecepatan menjadi head tekanan. Setelah cairan dilemparkan oleh impeler, ruang di antara sudu-sudu menjadi vacum, menyebabkan cairan akan terhisap masuk sehingga terjadi proses pengisapan.
Maksud dan Tujuan Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan pada motor dibuat agar motor dapat bekerja pada temperatur yang normalsetelah motor hidup,dan menjaga agar motor dapat bekerja pada temperatur kerja.
Sistem pendinginan motor menggunakan prinsip pemindahan panas secara konduksi, konveksi dan radiasi. Panas diserapsecara konduksi dari metal disekeliling silinder, dari katup, dari kepala silinder menuju cairan pendingin. Permukaan logam dengan cairan pendingin terjadi perpindahan panas secara konveksi dan didalam cairan pendingin terjadi sentuhan dan perpindahan panas, sehingga air menjadi panas dalam kantong-kantong air pendingin, yang terletak didalam blok silinder.
Mesin induk berfungsi untuk menghasilkan tenaga sebagai penggerak kapal, tenaga yang dihasilkan dari mesin induk diperoleh dari hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi dalam ruang bakar motor. Pembakaran bahan bakar ini akan menghasilkan tenaga dan panas yang cukup tinggi. Akibat timbulnya panas hasil pembakaran bahan bakar pada mesin akan terjadi kenaikan temperatur, terutama pada bagian-bagian yang saling bersentuhan langsung dengan ruang bakar, sehingga diperlukan suatu sistem pendinginan untuk meredam panas yang berlebihan.




7.      Pompa Bahan Bakar untuk Mesin Induk dan Tanki Harian.
 
Foto Pompa Bahan Bakar Untuk Mesin Induk dan Tanki Harian

Digunakan untuk memindahkan bahan bakar dari tangki ke tangki lainnya dan untuk persiapan bunker dan untuk pengaturan stabilitas kapal.
Bahan bakar disimpan dalam tangki bahan bakar yang berada di double bottom dibawah kamar mesin dan untuk mengalirkannya ke tangki induk dan harian digunakan pompa bahan bakar yang juga diletakkan di double bottom. Pompa bahan bakar untuk tangki induk dan tangki harian dipisahkan penggunaannya untuk menjaga efisiensi dari pompa tersebut dalam mengalirkan bahan bakar.
Sistem bahan bakar untuk mesin induk Bahan bakar yang digunakaan untuk mesin induk diambil dari tangki :
a.       Fo service tank
b.      Do service tank khusus untuk diesel oil
berangkat atau pun tiba dipelabuhan ataupun dalam arti kapal sedang olah gerak, dari tanki tangki harian, bahan bakar mengalir melalui saringan saringan flow meter , mixing tank kemudian bahan bakar tersebut akan di isap dan ditekan oleh fuel oil pump menuju fuel an free heater dan masuk ke fuel automatic filter, viscosimeter, lalu pompa tekanan tinggi ( high pressure pump ) dan dikabutkan kedalam silinder melalui injektor setelah mengalami proses yang bertingkat     tingkat.

Sistem bahan bakar untuk motor bantu ( generator )Bahan bakar yang digunakan untuk mesin bantu diambil dari diesel oil service tank dari tangki ini bahan bakar mengalir melalui saringan saringan flow meter , mixing tang ( dipanaaskan lagi ). Kemudian bahan bakar dipompa oleh diesel oil pump yang terdapat pada mesin bantu. Kemudian bahan bakar dipompakan ke injektor pada AE. Pda saat mesin induk dalam keadaan stand by dimana Fo pump sudah bekerja dalam injektor belum bekerja, maka bahan bakar tersebut mengalir ke dalam mixing tank kembali .Begitu juga ketika kelebihan bahan bakar yang terdapat pada pompa bahan bakar tekanan tinggi di alirkan kembali ke mixing tank.

8.      Pompa Got / Bilge pump 
Untuk menampung air kondesat / air got yang kemudian di buang keluar kapal.
Foto pompa Bilge/got pada KM Bada Leon
Sistem bilga memiliki fungsi utama yaitu sebagai penguras (drainage) apabila tejadi kebocoran pada kapal yang disebabkan oleh grounding (kandas) atau  Collision,  sistem  harus  mampu  memindahkan  air  dengan  cepat  dari bagian  dalam  keluar  kapal.  sedangkan  fungsi  sampingnya  yaitu  sebagai penampungan air yang jumlahnya relative kecil yang terkumpul pada sumur bilga (bilge well) sekaligus sebagai pengurasannya.
Cara kerja dari sistem bilga ini adalah menampung berbagai zat cair tersebut kedalam sebuah tempat yang dinamakan dengan bilge well, kemudian zat cair tersebut dihisap dengan menggunakan pompa bilga dengan ukuran tertentu untuk dikeluarkan dari kapal melalui Overboard. Sedangkan zat cair yang  mengandung minyak,  yaitu  yang  tercecer  didalam  Engine  room  akan ditampung didalam Bilge Well yang terletak dibawah Main Engine, kemudian akan disalurkan menuju Incinerator dan Oily Water Separator untuk dipisahkan antara air, kotoran dan minyaknya. Untuk minyaknya dapat digunakan lagi sedangkan untuk air dan kotoran yang tercampur akan dikeluarkan melalui Overboard.
            Sistem bilga dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu :
1. Clean Bilge System, merupakan sistem yang digunakan untuk mengatasi terjadinya kebocoran kapal khusus pada ruang muat untuk kapal cargo.
2. Oily water Bilge System, merupakan sistem yang digunakan untuk mengatasi  kebocoran dan drainage air pendingin di kamar mesin. Sistem ini terpisah dari  sistem  yang  digunakan  pada  ruang  muat  karena  jenis  fluida  yang ditangani berbeda, yaitu air yang bercampur minyak.
Komponen-komponen sistem bilga terdiri dari :
·         Well (sumur/penampungan) Bilge  Well  merupakan  suatu  tempat  dengan  ukuran  tertentu  yang  telah ditentukan untuk menampung berbagai kotoran atau dalam bentuk zat cair yang ada di kapal.Jumlah dari bilge well minimum dua buah untuk kiri dan kanan sepasang dan setimbang.
·         Pipa utama
Pipa yang digunakan untuk melayani pipa cabang yang menyalurkan fluida cair dari tiap kompartmen sebelum masuk ke pompa.
·         Pipa cabang.
·         Pompa.
·         Valve
Valve  atau  katup  digunakan  untuk  mengatur  ataupun  membuka  atau
menutup aliran fluida.
9.      Pompa Oil Water Separator.
Foto Pompa Oil Water Separator (OWS).
Oily Water Separator (OWS) adalah pesawat yang mampu memisahkan air dari air buangan yang mengandung minyak sampai hasil pemisahannya mencapai kurang dari 15 ppm.
Pompa Oil Water Separator merupakan suatu alat kapal dimana fluida yang tidak saling larut dipisahkan satu sama lainnya karena perbedaan masa jenis (densitas), dalam hal ini fluida yang dimaksud adalah air dan minyak, yang mana berat jenis air lebih besar dari pada berat jenis minyak sehingga saat proses pemisahan terjadi air akan berada di bagian bawah dan minyak akan berada dibagian atas. prinsip kerja pemisahan oil water separator dilakukan dengan mengubah kecepatan dan arah fluida dari sumur (well), sehingga fluida tersebut dapat terpisah. fungsi Oil water Separator yaitu digunakan dalam penanganan air yang berasal dari bilga dimana air tersebut masih bercampur dengan minyak dan harus dipisahkan sebelum dibuang kelaut. Oil water Separator menggunakan Hukum Stokes untuk mendefinisikan kecepatan terapungya sebuat benda/partikel berdasarkan berat jenis dan ukuranya. Dalam alat ini, minyak akan terakumulasi diatas permukaan air.
Bagian – bagian oil water separator "OWS" Pada pesawat Oil Water Separator memiliki dua bagian utama antara lain :
- Ruang pemisah yang kasar (tbng 1)
- Ruang pemisah yang halus (2).
Cara kerja oil water separator "OWS" di atas kapal
·         Proses Pemisahan pada tabung pertama
Air got yang dipompa masuk ke tabung pertarna akan menjalani pemisahan dimana air got tersebut akan melewati plat – plat pemisah utama yang terpasang horizontal dalam tabung pemisah sehingga lumpur tidak akan melewati ataupun ikut dengan air got ke ruang .Air got yang masih mengandung minyak yang melewati plat –plat utama ini akan menjalani proses pemisahan pada plat – plat kedua, sehingga lumpur yang ringan akan tertahan. Selanjutnya dalam tabung ini akan terjadi proses pemisahan dimana prinsip kerjannya berdasarkan berat jenis cairan sehingga minyak yang memiliki berat jenis lebih rendah dari air akan berada dipermukaan air dan terkumpul dalam ruang pengumpulan minyak. Kemudian air got yang telah dipisahkan dengan minyak berdasarkan berat jenis ini, akan disalurkan ke tabung pemisah kedua.
·         Proses pemisah pada tabung kedua
Setelah melalui proses pemisahan pada tabung pemisah pertama, air got yang telah berkurang kandungan minyaknya akan mengalami proses pemisahan lagi, dimana pada tabung pemisah kedua air got akan disaring kembali melalui Coallescer sehingga partikel – partikel minyak akan dialirkan keluar tabung pemisah untuk dibuang ke laut, namun sebelumnya melalui suatu alat pendeteksi kandungan minvak (Oil Content meter) untuk mencegah teriadinya pencemaran di laut
·         Proses Pengeluaran Minyak dari Ruang Pengumpul pada Tabung Pemisah
Setelah mengalami proses pemisahan antara air got dan kandungan minyak dalam tabung, maka kandungan minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpul minyak akan terus bertambah selama pompa bilge masih bekerja, hingga pada saat tingkat minyak dalam ruang sudah tinggi, maka alat pengontrol tingkat ketinggian minyak akan bekerja sehingga mengaktifkan katup solenoid untuk membuka. Maka pada saat itulah minyak yang terkumpul dalam ruang pengumpulan akan mengalir ke Waste Oil tank, dengan adannya pengeluaran minyak dalam tabung, maka tingkat ketinggian minyak akan menurun kembali sehingga alat sensor akan mengaktifkan katup solenoid untuk menutup.

BAB III
  PENUTUP
1.5  Kesimpulan.
      Pompa adalah Mesin fluida yang digunakan untuk memindahkan fluida dari satu tempat ke tempat lain. Dalam menjalankan fungsinya tersebut, pompa mengubah energi gerak poros untuk menggerakkan sudu-sudu menjadi energi tekanan pada fluida.
   Pembagian jenis pompa : Dari cara geraknya, Pompa – pompa pada umumnya dapat dibedakan dalam 2 macam utama yaitu :
a)      Pompa dengan gerak lurus bolak balik.
b)      Pompa dengan gerak rotasi atau berputar.
Jenis – Jenis Pompa pada KM Bada Leon sendiri kebanyakan memakai prinsip Sentripugal atau Pompa Sentripugal yaitu : pompa balas, pompa bilge, pompa swage, pompa air tawar, pompa air laut, pompa pemadam kebakaran, pompa ballast, pompa bahan bakar harian, dan pompa Oil water separator (ows).

1.6   Saran.
          Untuk menyempurnakan hasil karya tulis ini penulis menyadari akan kekurangan dan kesalahan dalam penulisan, maka dari itu Saran dan masukan buat penulis sangatlah penting untuk lebih baik lagi dalam penyusunan.  







Lampiran Dokumetasi
 
Browsur dan Type Mesin KM Bada Leon.
   
Daftar Riwayat Hidup KM Bada Leon
 
Kontak atau sistim kendali Mesin – mesin Pompa 

KM Bada Leon Mau Naik Dok Galala/Pelabuhan Perikanan Galala, Ambon.














             

Komentar